‎Santri Dasar Ponpes Asy-Syafiiyah Gelar Mabit, Tanamkan Istiqomah Beribadah Sejak Dini

waktu baca 3 menit
Selasa, 3 Nov 2026 03:22 7 F BOY

GARUT, JejakInformasiJabar.com, ‎Santri tingkat dasar Pondok Pesantren Asy-Syafiiyah menggelar kegiatan Malam Bina Iman dan Takwa (Mabit) sebagai upaya memperkuat keimanan, membentuk karakter islami, serta menanamkan kebiasaan istiqomah dalam beribadah sejak usia dini.

‎Kegiatan yang mengusung tema “Perisai Seragam Surgaku: Benteng Diri dari Api Neraka” tersebut menjadi bagian dari pembinaan spiritual untuk membekali santri dalam menghadapi berbagai tantangan perkembangan zaman.

‎Ketua Yayasan Asy-Syafiiyah, Dr. KH. Deden Badrusalam, M.Pd. (Abah Jiden), menjelaskan bahwa kegiatan Mabit merupakan langkah strategis yayasan dalam membangun fondasi keimanan santri sejak tingkat dasar.

‎Menurut Abah Jiden, anak-anak membutuhkan bekal spiritual yang kuat agar mampu menjaga diri dari berbagai pengaruh negatif lingkungan. Identitas dan ketaatan sebagai seorang santri bukan sekadar atribut lahiriah, melainkan harus tercermin melalui pelaksanaan ibadah dan perilaku sehari-hari.

‎”Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan pemahaman bahwa keimanan, ketaatan, dan akhlak islami merupakan perisai bagi diri seorang santri. Harapannya, mereka mampu menjaga diri, keluarga, serta senantiasa berada dalam tuntunan dan keridaan Allah SWT,” ungkap Abah Jiden.

‎Ia menambahkan, terdapat sejumlah nilai keagamaan yang menjadi fokus pembinaan, di antaranya keikhlasan dalam beribadah, kedisiplinan, istiqomah, serta keseimbangan rasa takut dan harap kepada Allah SWT (khauf dan raja’). Santri juga dibimbing untuk memperkuat ukhuwah islamiyah atau persaudaraan sesama muslim.

‎Dalam pelaksanaannya, kegiatan Mabit diisi dengan berbagai rangkaian ibadah, mulai dari salat Magrib, Isya, dan Subuh berjamaah, hingga salat Tahajud dan Witir. Kegiatan juga dilengkapi dengan tadarus Al-Qur’an, zikir malam, pembacaan ratib, kajian keagamaan, tausiyah, serta muhasabah atau evaluasi diri.

‎Abah Jiden menilai, pembiasaan ibadah sejak usia dini memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan akhlak anak. Menurutnya, kebiasaan baik yang ditanamkan secara konsisten sejak dini akan menjadi fondasi kepribadian santri hingga dewasa.

‎”Usia dini merupakan masa penting dalam pembentukan karakter. Karena itu, pembiasaan ibadah harus dilakukan secara konsisten agar menjadi bagian dari kehidupan anak, bukan hanya ketika berada di lingkungan pesantren, tetapi juga saat berada di rumah dan masyarakat,” jelasnya.

‎Untuk memastikan pembinaan berjalan berkelanjutan, pihak yayasan bersama para ustaz dan ustazah menerapkan pendampingan secara berkala, baik di lingkungan pesantren maupun keluarga.

‎Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui mutaba’ah yaumiyah atau pencatatan amalan harian santri. Sementara di lingkungan rumah, pihak yayasan membangun sinergi dengan orang tua atau wali santri melalui buku kontrol ibadah harian.

‎Abah Jiden berharap, keterlibatan orang tua dapat memperkuat pembiasaan ibadah yang telah ditanamkan selama kegiatan Mabit sehingga nilai-nilai keagamaan tetap terpelihara dalam kehidupan sehari-hari.

‎Menutup keterangannya, ia berharap para santri yang mengikuti kegiatan Mabit dapat tumbuh menjadi generasi yang istiqomah dalam beribadah dan memiliki akhlakul karimah.

‎”Harapan kami, para santri tidak hanya menjadi pribadi yang baik untuk dirinya sendiri, tetapi juga mampu menjadi teladan di lingkungan pesantren, menjadi anak saleh dan salehah yang membawa kesejukan bagi keluarga, serta kelak memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.

‎Melalui kegiatan Mabit tersebut, Yayasan Asy-Syafiiyah berharap dapat terus membangun generasi yang beriman, berakhlak mulia, dan menjadikan nilai-nilai Islam sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan.

‎

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA