‎Diduga Perselingkuhan Oknum Pemilik Yayasan Aisyatin dan Guru P3K SDN Sukajaya Terungkap dari Chat WhatsApp 

waktu baca 2 menit
Sabtu, 26 Sep 2026 17:13 604 F BOY

GARUT — JejakInformasiJabar.com, Dugaan hubungan khusus yang melibatkan seorang pemilik yayasan pendidikan sekaligus guru dengan seorang guru berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kabupaten Garut menjadi perhatian setelah adanya temuan percakapan melalui aplikasi WhatsApp.

‎Pria berinisial AJ, yang disinyalir merupakan guru sekaligus pemilik Yayasan Aisyatin, serta tercatat sebagai anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di salah satu desa di wilayah Sukaresmi, disebut memiliki komunikasi intensif dengan seorang perempuan berinisial IR, yang merupakan guru aktif berstatus PPPK.

‎Informasi mengenai dugaan hubungan khusus tersebut pertama kali mencuat setelah suami IR menemukan sejumlah percakapan antara istrinya dengan AJ. Temuan itu bermula dari kecurigaan terhadap perubahan sikap dan komunikasi sang istri.

‎Berdasarkan informasi yang dihimpun, sejumlah percakapan WhatsApp yang ditemukan suami IR dinilai menunjukkan komunikasi yang tidak lazim antara keduanya. Namun, isi percakapan tersebut tetap memerlukan verifikasi dan klarifikasi dari pihak-pihak yang disebut.

‎Selain percakapan digital, sumber yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan menyebut adanya dugaan pertemuan antara AJ dan IR di dua lokasi berbeda.

‎“Pertemuan pertama diduga berlangsung di sebuah GOR, sedangkan pertemuan berikutnya disebut terjadi di salah satu hotel di kawasan Cipanas, Garut,” ujar sumber tersebut.

‎Informasi tersebut masih berupa keterangan dari sumber dan belum dapat dipastikan secara independen oleh redaksi.

‎Untuk memenuhi prinsip keberimbangan dalam pemberitaan, redaksi JejakInformasiJabar.com telah berupaya meminta klarifikasi kepada AJ melalui sambungan telepon dan pesan WhatsApp terkait dugaan komunikasi serta pertemuan tersebut.

‎Namun hingga berita ini disusun, AJ belum memberikan tanggapan secara langsung atas pertanyaan yang disampaikan redaksi.

‎Sebaliknya, seseorang yang mengaku sebagai pimpinan redaksi sebuah media online menghubungi redaksi dan menyampaikan bahwa AJ merupakan rekannya sekaligus wartawan di medianya.

‎“AJ itu rekan dan wartawan saya, ini ada dalam box redaksi. Saya bukan mau mem-backup, tetapi mencoba memediasi agar permasalahan ini tidak menjadi blunder. Karena sudah ada penyelesaian,” ujarnya.

‎Pernyataan tersebut menjadi bagian dari informasi yang diterima redaksi. Sementara itu, substansi dugaan hubungan khusus antara AJ dan IR masih memerlukan klarifikasi langsung dari kedua pihak.

‎JejakInformasiJabar.com membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi AJ maupun IR guna memastikan pemberitaan berjalan secara berimbang, akurat, dan sesuai dengan prinsip jurnalistik serta asas praduga tak bersalah.

‎

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA